Translate

Rabu, 26 Desember 2012

Yehuwa nama Allah Israel yang hilang...?

"Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. (Kel. 20:7)
Nama Allah Israel (YHWH) merupakan nama yang ditemukan kurang lebih 6800 kali dalam perjanjian lama. Nama tersebut mungkin dulu diucapkan YAHWEH, tetapi menurut tradisi Yahudi nama yang mahasuci itu tidak boleh diucapkan mengingat untuk menghindari pelanggaran perintah ketiga sebagai mana tertulis di atas. oleh sebab itu, setiap kali terdapat kata YHWH orang Yahudi akan membacanya Adonay yang berarti Tuhan. Maka pada waktu para sarjana Yahudi membubuhi teks Perjanjian lama yang terdiri dari huruf-huruf mati dengan tanda vokal, kata YHWH dibubuhi dengan tanda baca dari kata Adonay, sehingga mengakibatkan penerjemahan yang salah atas nama YHWH terutama dalam alkitab terjemahan Bahasa inggris dan daerah, misalnya JEHOVAH dalam bahasa Inggris, dan JAHOWA dalam bahasa Batak.

Dalam beberapa buku ilmiah nama itu memang disebut Yahweh, tetapi hampir semua terjemahan Alkitab (terutama Perjanjian lama) mengikuti tradisi Yahudi dengan menerjemahkan kata YHWH sebagai TUHAN (=Adonay; dalam bahasa Yunanu Κύριος, bahasa inggris LORD). Biasanya huruf besar dipergunakan untuk membedakan terjemahan YHWH dengan Adonay yang juga diterjemahkan sebagai Tuhan.

Jadi perlu dibedakan ketiga kata yang terpenting dalam menyebut nama Tuhan Allah dlam perjanjian lama yakni:
  • YHWH           adalah nama Allah Israel, yang diterjemahkan TUHAN dalam bahasa Indonesia.
  • Adonay           adalah gelar (sebutan) yang cocok untuk Allah, yang di terjemahkan Tuhan dalam      bahasa indonesia.
  • Elohim            adalah jenis eksistensi yang ilahi, dan kata itu menyatakan bahwa Dia "Allah", bukan manusia, malaikat atau makhluk lain.

Jalan salib

Stasi Jalan Salib

 Devosi Jalan Salib.

Jalan Salib termasuk kepada devosi Gereja Katolik. Kegiatan ini amat dianjurkan oleh Gereja, dan penyelenggaraannya sebaiknya selalu disesuaikan dengan masa-masa liturgi, bersumber yang mengarah kepada liturgi Jumat Agung. Oleh karena itu paling cocok jika Jalan Salib dilaksanakan pada hari Jumat Agung, misalnya pada pagi hari, karena sore hari selalu dipakai untuk Liturgi Jumat Agung (upacara penghormatan salib). Jalan salib juga dilaksanakan selama masa Pra-Paskah, terutama pada hari Jumat untuki mengenangkan Yesus sebagai Anak Domba Paskah yang dikurbankan demi keselamatan kita. Jalan salib juga dapat dilaksanakan diluar Bulan Pra-Paskah, seperti saat Ziarah, atau dalam suatu Khalwat.












St. Petrus

Santo Petrus

Santo Petrus adalah seorang Rasul pertama yang dipanggil Yesus untuk mengikuti-Nya. Ia mempunyai daik bernama Andreas, bekerja sebagai nelayan di Tasik Galilea. Yesus berjanji akan menjadikannya penjala "manusia" (Matius 4:20). Dahulu sebelum mengikuti Yesus namanya adalah Simon bin Yunus dan namanya diubah oleh Yesus menjadi Kefas (aram) atau Petrus (bdk. Bahasa Yunani=Pe'tros) yang berarti batu karang (Markus 3:16; Galatia 2:11) untuk menandakan bahwa Petruslah yang mengrtuai para rasul dan landasan gereja yang akan didirikan Kristus (Matius 16:18-19). Petrus memiliki bakat ilmiah seorang pemimpin. Ia digambarkan sebagai orang yang perasaannya mudah meluap dalam arti positif  maupun negatif.

Tiga peristiwa menampilkan Petrus secara mencolok selama ia mengikuti Yesus, yakni 1. Dialah yang pertamakali  memberikan pengakuan iman akan Yesus sebagai Kristus (dan Allah Putra) di Kaisarea (Matius 16:13-20). 2. Tak  lama sesudah itu, bersama dua rasul lain (Yohanes dan Yakobus) menyaksikan "transfigurasi" atau penampakan kemuliaan Yesus di atas gunung dan ingin mempertahankan pengalaman itu dengan mendirikan tiga kemah (untuk Musa, Elia dan Yesus) bdk. Matius 17:4. 3. Namun demikian, Petruslah yang menyangkal Gurunya tiga kali saat Yesus diadili; suatu perbuatan yang menimbulkan penyesalan yang amat pahit (Lukas 22:54-62 dan Yohanes 21:17).

Saat Pentakosta (50 hari setelah Paskah) Petrus  berkhotbah yang disampaikan dengan dorongan Roh Kudus, menyebabkan sekitar tiga ribu orang memberikan diri dibaptis (Kisah 2). Dalam Kisah Para Rasul dikemukakan bahwa Petrus memberikan pelayanan di Palestina. Lalu tinggal di Antiokhia di negara Syiria selama beberapa waktu. Kemungkinan lama Petrus mewartakan Injil di daerah Syria dan sekitarnya. Sudah pasti Petrus pergi ke Roma. di rumah Hermes, yang di ekskavasi di Via Appia pada tahun 1915, ditemukan beberapa artefak yang menandakan bahwa Petrus pernah berada disitu.

Petrus menjadi perintis pewarta Injil di Yerusalem. Ia mengepalai "konsili Para Rasul" di Yerusalem pada tahun 49 (Kisah 15:6-11). Menurut tradisi sejak abad ke-2 Petrus mati demi iman, atas permintaannya dia disalibkan dengan kepala di bawah. Sekitar tahun 67 di Roma pada masa pemerintahan Kaisar Nero. Makan Petrus berada di bawah Altar utama Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Altar utama Basilika Santo Petrus, Vatikan (altar tinggi)

*sumber: A. Heuken, Ensiklopedia Gereja jilid III, Cipta Loka caraka, 
                 Sinta Manurung, mengenal 265 Paus dari St. Petrus hingga Benediktus XVI, Kristisima media pustaka.

Petrus dan Takhta Kepausan

  Petrus dan Takhta kepausan

Dalam Matius 16:18, Yesus berkata kepada Petrus: "Dan Akupun berkata kepadamu: engkaulah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." (TB). Berdasarka ayat ini, gerja Katolik menyatakan bahwa Yesus mendirikan jemaat-Nya atau gereja-Nya di atas (iman) Petrus, yang menurut tradisi Gereja Latin adalah Paus (Uskup Roma) pertama.

Paus yang berarti bapa. Paus sering juga di sebut santo bapa (bapa suci) karena paus mempunyai tugas suci, yaitu memimpin seluruh gereja kudus seperti seorang bapa. Paus adalah kepala gereja yang kelihatan (karena Yesus adalah kepala Gereja yang kekal dihari penghakiman nanti). Ia adalah pengganti Santo Petrus, dalam jabatan sebagai guru dan gembala tertinggi. Paus juga disebut Uskup Roma. Diantara para uskup sedunia, Paus mempunyai kedudukan primus inter pares atau yang pertama diantara para Uskup.

Prinsip Kepemimpinan (Filsafat Vol 1.

Dalam Karya Filsafat hidup VOL I: Fiat Mihi Voluntas tua. Saya menulis tentang prinsip kepemimpinan, sekarang saya mau bagiin untuk rekan-rekan dari Art. (Artikel) VI...



Art VI. Vol/I.             Prinsip kepemimpanan didasari oleh dua hal, pertama didasari oleh kepercayaan: dimana setiap anggota dengan dasar percaya bahawa yang dipilih menjadi seorang pemimpin dapat membawa mereka kepada hal yang lebih baik. 2Lalu yang kedua didasari oleh pengaruh seorang pemimpin, maksudnya, anggota memilih seorang pemimpin karena pengaruhnya dalam suatu lingkup organisasi atau kelompok, ia memiliki pengaruh yang besar sehingga mengakibatkan banyak orang yang respek kepadanya. 3Prinsip kepemimpinan tersebut melatarbelakangi terbentuknya suatu sistem hukum yang berlaku karena kepemimpanan seseorang. 4Mengutamakan sistem demokrasi bebas bertanggung jawab sangat baik dan lebih unggul dari cara kepemimpinan yang lain yang lebih tua usianya; 5kepemimpinan dominan adalah prinsip militer, dimana hanya ada satu komando dan hanya ada satu instruksi, perkataan atau kebijakan selain daripada komandan tidak diakui, sehingga dapat mengakibatkan kepemimpinan yang mengarah kepada kepemimpinan otoriter dan tangan besi. 6Salah satu dari sistem para pemimpin yang bertahan selama berabad-abad adalah adanya Primus Inter pares, mulai dari sistem kesukuan hingga Negara besar yang berdaulat, pada mulanya orang memilih dari antara mereka untuk memimpin dan mengayomi, namun tetap menjadi bagian dari sistem masyarakat tersebut, mulai dari itulah sistem kepemimpinan Primus Inter pares (atau dalam arti harfiah: Pertama dari yang sederajat) lebih unggul dari pada kepemimpinan otoriter ataupun kepemimpinan berbasis golongan tertentu. 7Dalam sistem primus interpares memang terdapat susunan hierarki yang membedakan antara pemimpin dan yang dipimpin, namun dalam hal menjalankan kepemimpinannya ia bekerjasama dengan semua unsur yang ada dalam kelompok yang dipimpinnya, sehingga terkesan adanya relasi antara pemimpin dan yang dipimpin, adanya suatu kesan harmonis di dalamnya. 8Memang menjadi seorang pemimpin yang sukses tidaklah mudah, namun asalkan semua anggota merasakan kegembiraan bersama-sama dengan pemimpinya itu sudah menunjukan bahwa kepemimpinan anda berhasil. 9Keberhasilan seorang pemimpin dilihat dari apa yang ia hasilkan bagi anggota yang dipimpinnya, keberhasilan seorang pemimpin dilihat juga dari adanya relasi yang harmonis antara pemimpin dan yang dipimpinnya. 10Namun seorang pemimpin tetaplah manusia biasa, yang dapat melakukan kesalahan, Errare humanum est. 11Seorang pemimpin haruslah mampu meyakinkan para anggotanya untuk melakukan kerjasama serta bersama membangun cita-cita atau janji-janji untuk kepentingan bersama. 12Namun hal yang tersulit daripada menjadi seorang pemimpin adalah ketika ada anggota yang sudah tidak respek dan mulai menjatuhkan, akan tetapi dengan bersabar dan diam, bertindak secara halus dan perlahan, maka adanya perpecahan dalam anggota dapat diminimalisir, bertindak bijaklah dalam segala keputusan. 13Exception probat regulam, itulah yang utama, 14artinya: baik atau buruknya suatu peraturan dilihat dari banyak sedikitnya kekecualian, saat seorang pemimpin merumuskan aturannya sendiri ia harus tetap memperhatikan hak-hak anggotanya, dan tetap menghormati perbadaan yang ada. 15Belajarlah dari sejarah, banyak pemimpin yang sukses dari masa mudanya, namun tidak sedikit yang berakhir tragis, ingatlah motif dan tujuannya sama, adanya pemberontakan dan reformasi, pahamilah setiap sejarah dalam kepemimpinan. 16Pemimpin tidak pernah mengenal gender namun ada baiknya seorang pemimpin adalah seorang pria, karena ada kalanya seorang pria dapat lebih tegas mengambil keputusan, akan tetapi itu bukanlah sebagai dasar akan tetapi sebagai anjuran. 17Saat kita memilih seorang pemimpin kita hrus dapat memilih dengan bijak dan menerima baik atau buruk dari kepemimpinannya, jangan sampai pada saatnya nanti kita kecewa. 18Pemimpin yang telah dipilih karena otoritas tertinggi memiliki Iuridiksi yang penuh, sehingga kebijakan dan segala keputusannya adalah keputusan dari wewenang otoritas tertinggi, ia adalah wakil atau perpanjangan tangan dari otoritas tertinggi, jangan lawan apalagi memberontak. 19Bila terjadi perselisihan dalam suatu kelompok, hendaknya pemimpin mengambil sikap netral dan mengada musyawarah. 20Suara mayoritas pasti akan menang, namun seorang pemimpin harus tetap mengahargai suara minoritas. 21Jangan pernah berpihak dalam kubu-kubu yang terdapat dalam suatu kelompok. 22Bijaklah dalam mengambil keputusan, pikirkan baik-baik apa yang akan diakibatkan dengan dikeluarkannya suatu keputusan, ada sebab ada akibat. 23Berpeganglah pada Tuhan, karena Ia adalah Pemimpin yang pertama dan utama dan padaNyalah semua persoalan dapat diselesaikan.

Masih banyak Artikel-artikel tentang kepemimpinan... :D

Agama dan Kepercayaan



AGAMA DAN KEPERCAYAAN

Oleh: Anta Ramadhan

            Agama dan kepercayaan merupakan inti dari semua aspek kehidupan manusia yang cenderung religius. Namun kadang kala kita dipusingkan dengan pertanyaan apakah perbedaan agama dan kepercayaan? Mengapa dapat berbeda? Dan apakah semuanya itu berasal dari satu sumber.
            Pada perkembangan sastra (khususnya di Indonesia) kita mengenal istilah-istilah dalam bahasa Sansekerta yang notabene dibawa oleh orang India yang datang ke Indonesia dengan membawa semua tradisi mereka. Mereka mengerti suatu hukum yang bernama आ नम (A Gama) dalam bahasa sansekerta yang artinya, A tidak dan Gama yang artinya kacau. Sehingga secara keseluruhan Agama berarti tidak kacau, dalam ajaran Hindu agama adalah suatu kumpulan hukum dan tata moral yang termaktub dalam kitab suci Weda.
            Agama dalam bahasa ilmu Theologi merujuk langsung kepada sistem pekercayaan yang dianut oleh umat beriman. Agama pula merujuk kepada cara berinteraksi antara pencipta dan ciptaan. Di Indonesia ada pembedaan antara agama dan kepercayaan, sehingga sering menimbulkan isu SARA dan bahkan mengarah kepada sikap etnosntrisme terhadap agama dan kepercayaan.
            Sedikit saja saya bahas: agama adalah bagian dari kepercayaan dan kepercayaan mempunyai bentuk dalam agama. Agama di dunia ini sangat banyak dengan kepercayaan yang berfariasi namun memiliki satu tujuan, yaitu berinteraksi dengan Sang Pencipta. Latar belakang terbentuknya suatu Agama atau kepercayaan adalah adanya hasrat untuk berkomunikasi dengan “Kekuatan Mahakuasa” yang tidak dapat mereka mengerti, maka pada awal abad kebudayaan zaman prasejarah timbullah berbagai bentuk kepercayaan: Dinamisme, Animisme, Totemisme, Polytheisme dan Monotheisme, dan masih banyak bentuk kepercayaan lainnya. Lalu dari bentuk-bentuk kepercayaan itu sendiri memiliki bentuknya yang lebih spesifik lagi sehingga kita dapat menemukan banyak bentuk agama atau kepercayaan, bahkan kita dapat menemui - misalnya di Amerika - ketika masih zaman suku asli masih hidup, kita melihat adanya persamaan antara suku Maya dan Aztec yaitu dalam penyembahan Matahari, namun bentuk dan tradisi mereka berbeda, demikian juga dengan agama Monotheisme yang mempercayai hanya ada satu Tuhan. Yang paling mencolok dari kepercayaan Monotheisme adalah agama Abrahamaik atau semitik, kita tahu bahwa agama semit yang paling besar ada tiga yaitu Yahudi, Kristen dan Muslim, namun walaupun mereka mempunyai persamaan yaitu agama Monotheis tetapi bentuk dan tradisinya berbeda.
            Saya simpulkan - karena jika kita jabarkan semua tidak akan cukup hanya dengan tulisan ini - bahwa agama dan kepercayaan adalah sama, karena akar kata agama berasal dari ajaran Hindu dalam bahasa Sansekerta yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti Kepercayaan, keduanya mengarah langsung kepada hubungan dengan Tuhan, semua ajaran agama kepercayaan berasal dari Tuhan. Tidak ada ajaran yang berasal dari manusia, semua  berasal dari Tuhan sehingga terdapat nilai-nilai kebenaran. Pertentangan antara agama kepercayaan satu dengan yang lain adalah hal yang wajar, karena perbedaan bentuk dan tradisi yang terkandung dalamnya. Jadi agama dan kepercayaan adalah sama.

Selasa, 25 Desember 2012

Doa Memakai Vestimentum

DOA MEMAKAI VESTIMENTUM




Doa ketika mengenakan amik:
T
uhan, letakkanlah pelindung keselamatan pada kepalaku untuk menangkis segala serangan setan.”
Doa ketika mengenakan alba:
S
ucikanlah aku, ya Tuhan, dan bersihkanlah hatiku, agar aku boleh menikmati kebahagiaan kekal karena telah dibasuh dalam darah Anak Domba.”
Doa ketika mengenakan singel:
T
uhan, kuatkanlah aku dengan tali kesucian ini dan padamkanlah hasrat ragawiku, agar kebajikan pengekangan diri dan kemurnian hati dapat tinggal dalam diriku.”
Doa ketika mengenakan stola:
Y
a Tuhan, kenakanlah kembali stola kekekalan ini, yang telah hilang karena perbuatan para leluhur kami, dan perkenankanlah aku meraih hidup kekal meski aku tak pantas menghampiri misteri-Mu yang suci.
Doa ketika mengenakan kasula:
Y
a Tuhan, Engkau pernah bersabda: `kuk yang Ku-pasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.' Buatlah aku sanggup mengenakan pakaian ini agar dapat memperoleh rahmatmu. Amin.”